Kebudayaan dan Kesenian Khas Riau

Kebudayaan Riau, Provinsi di Ujung Barat Indonesia

Budaya Riau mempunyai ciri khas sebagai kebudayaan Melayu. Adat dan kebudayaan melayu yang mengatur tingkah laku dan kesibukan penduduk yang bertempat tinggal di daerah ini. Kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh budaya-budaya umat Islam. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kesenian dan kebudayaan khas Riau, simak ulasan berikut.

Kepulauan Riau merupakan sebuah provinsi yang sejak lama telah menunjukan perkembangannya. Kebudayaan di provinsi ini membawa beraneka macam jenis suku di dalamnya. Diantaranya yaitu suku Melayu dan etnis Tionghoa, Jawa, Bali, Bugis, dan Batak. Fungsi kebudayaan pada umumnya yaitu untuk menaikkan harkat dan martabat manusia. Dengan kata lain bahwa Kebudayaan kepulauan Riau berfungsi untuk menaikkan harkat dan martabat penduduk di sana.

 

Wujud Kebudayaan di Provinsi Riau

Budaya Riau nyaris serupa dengan kebudayaan di Sumatera, Malaysia, dan Singapura. Hal ini disebabkan karena lokasi mereka yang berdekatan, menjadikan suku kebudayaan khas daerah Riau didominasi oleh suku Melayu.

Berikut akan dijelaskan mengenai kebudayaan yang dianut oleh penduduk Riau.

1. Rumah Adat khas Budaya Riau

Rumah adat daerah ini dinamakan Selaso Jatuh Kembar. Rumah ini merupakan tempat tinggal yang digunakan oleh para datuk atau pemangku adat. Rumah adat ini menjadi salah satu unsur kebudayaan Kepulauan Riau.

Dengan aksen-aksen yang menghiasi rumah adat ini seutuhnya berhiaskan ukiran. Dengan ukirannya yang membawa corak berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Di dalam rumah adat ini, dilengkapi pula  dengan Balai Adat. Dimana ruangan ini dipergunakan untuk melakukan pertemuan dan musyawarah.

 

2. Pakaian Adat Menjadi Bukti Budaya Riau

Dengan ada busana adat, menunjukan bukti bahwa melayu Riau membawa kebudayaan yang maju. Karena mempunyai busana adat yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan.

Untuk pria menggunakan busana adat berupa busana Kurung Cekak Musang atau biasa disebut dengan busana Kurung Belanga. Tampilan bentuk busana ini serupa dengan busana muslin yang dipadukan dengan celana panjang yang longgar. Kemudian dilengkapi dengan sarung dan kopyah.

Sedangkan untuk wanita menggunakan gaun berupa busana Kurung Kebaya Laboh. Kedua busana adat ini merupakan salah satu warisan kebudayaan Riau yang sering digunakan pada saat upacara adat atau pernikahan. Tampilan dari busana adat ini benar-benar tertutup dan panjang. Hal tersebut menunjukkan nilai-nilai kesopanan yang benar-benar dijunjung tinggi oleh penduduk setempat.

Dengan desain yang sederhana, menjadikan busana ini benar-benar erat dengan model busana melayu. Sementara motif yang dimilikinya benar-benar khas dan kental akan kebiasaan melayu. Pakaian yang dikenakan oleh pria dan wanita membawa kesamaan yang tidak jauh berbeda pada bagian aksesoris.

 

3. Senjata Tradisional Riau

Senjata tradisional yang kondang di provinsi ini dinamakan pedang jenawi. Pedang ini biasanya digunakan oleh panglima perang. Sedangkan para prajuritnya menggunakan klewang sebagai senjatanya.

 

4. Tari Tandak Sebagai Tari Tradisional

Salah satu ciri khas kebudayaan Riau yaitu pada tarian tradisionalnya. Tarian ini dinamakan tari Tandak. Tarian ini biasa ditampilkan oleh seorang laki-laki dan sebagian perempuan. Selain itu, tarian ini ditampilkan dengan sebagian musik dan alunan lagu. Tarian ini merupakan tari pergaulan yang benar-benar digemari di daerah Riau.

 

5. Makanan Khas Riau

Bolu Kemojo merupakan salah satu makanan khas yang sesungguhnya menjadi perihal harus untuk dibeli di daerah ini. Rasanya yang sedap membuat Anda akan tertarik untuk menjadikannya oleh-oleh.

 

6. Permainan Congklak

Salah satu contoh kebudayaan Riau yaitu permainan congklak. Congklak merupakan salah satu kebudayaan daerah yang masih terus lestari hingga saat ini. Dengan bahan dasar dari kayu berbentuk papan yang panjang, disertai dengan 14 anak lubang dan 2 lubang besar sebagai induknya.

Kesenian ini dijalankan oleh dua orang yang dimainkan secara bergantian. Congklak adalah permainan bersama dengan menempatkan seluruh biji congkak di bagian ujung kiri dan kanan. Kemudian dimainkan dengan mengikuti kaki. Permainan ini ditampilkan untuk melatih kerja sama dan kekompakkan antara satu serupa lain. Permainan ini selalu diselenggarakan pada saat upacara atau pada festival-festival.

 

7. Alat musik Gambus

Riau adalah salah satu lokasi yang strategis dan mempunyai banyak budaya-budaya warisan kerajaan yang pernah mendudukinya. Salah satu warisan seni budaya khas Riau  selanjutnya yaitu alat musik gambus. Gambus merupakan alat musik dengan manfaatkan senar yang mempunyai bentuk serupa seperti gitar. Bedanya, lubang pada alat musik gambus ditutupi menggunkan kulit kambing atau kulit ikan pari. Senar pada alat musik gambus membawa banyak variasi, mulai dari dua senar hingga 12 senar.

Gambus dimainkan bersama dengan cara dipetik, biasanya diiringi dengan instrumen-instrumen musik lain. Alat musik gambus ditampilkan dalam orkes gambus, yang biasanya digunakan untuk mengiringi Tari Zapin. Permainan musik gambus dalam budaya Riau membawa beraneka macam fungsi. Fungsi permainan musik gambus diantaranya sebagai sarana komunikasi, sarana mengekspresikan diri, dan mengiringi tarian tradisional.

 

8. Bahasa Utama Daerah Riau

Provinsi Riau merupakan daerah yang kaya akan kebudayaan yang lahir dari banyak ragam suku bangsa. Bahasa daerah yang digunakan dalam keseharian yaitu manfaatkan Bahasa Melayu Riau. Bahasa ini sama dengan Bahasa Indonesia. Pemilihan Bahasa ini sebagai akar Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebijakan pemerintah Hindia-Belanda.